Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

April 2021


Tegal, Harianguru.com
- Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang menggelar Uji Validasi Tahap 1 Model Pengelolaan Pendidikan Agama pada Kuttab pada Selasa (27/4/2021). 

Kegiatan ini bertampat di Hotel Grand Dian Jl. Jenderal Ahmad Yani No.101 Adiwerna, Tegal.

Hadir jajaran penelitia BLA Semarang, perwakilan PKBM, Pengasuh Pesantren, perwakilan Kemenag dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta dari unsur akademisi dan pengelola kuttab.

Pada sesi pertama, narasumber dari pengelola Kuttab Al-Fatih Depok dengan materi "Mengenal Lebih Dekat Kuttab Al-Fatih" yang dimoderatori Ketua Tim Dr. H. Aji Sofanudin, M.Si.

Pada sesi kedua, narasumber dosen dan Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan STAINU Temanggung Hamidulloh Ibda menyampaikan materi "Model Pengelolaan Pendidikan Agama pada Kuttab" yang dimoderatori peneliti Nugroho Eko Atmanto.

Dalam penjelasannya, Hamidulloh Ibda menegaskan bahwa uji validasi itu bermuara pada dua aspek. Pertama validasi isi. Kedua validasi konstruk.

"Kami mohon masukan, kritik dan saran. Untuk validasi isi, mohon diberi masukan pada aspek tata bahasa, sumber literatur, ketepatan penulisan, data atau informasi yang ditulis, dan subtansi model pendidikan pada kuttab," tegas Koordinator Gerakan Literasi Ma'arif (GLM) LP Ma'arif PWNU Jawa Tengah tersebut.

Sedangkan pada validasi konstruk, fokus pada kualitas pengembangan model pendidikan pada kuttab. "Ini membutuhkan para ahli. Maka dari pengembangan model pendidikan pendidikan agama pada kuttab ini disinkronisasi dengan teori-teori model pendidikan Islam yang ada. Bisa dengan model pendidikan klasik maupun modern," beber dia.

Pihaknya juga menegaskan bahwa arah dari model ini nanti dijadikan sebagai rekomendasi pengelolaan kuttab di Indonesia, apakah berizin di bawah Kemenag atau Kemdikbud.

Senada dengan hal itu, Dr. Aji Sofanudin menambahkan bahwa arah penelitian dan pengembangan yang dilakukan peneliti BLA memang berbeda dengan penelitian pada umumnya khususnya di perguruan tinggi. "Penelitian kami adalah policy research atau penelitian yang mengarah kepada kebijakan. Maka dari pengembangan model pendidikan agama pada kuttab ini nanti menjadi rekomendasi agar ada kebijakan pada kuttab," beber dia. 

Sesuai rencana, dijelaskan pula bahwa uji validasi nanti dilakukan tiga tahap. Setelah tahap pertama di Tegal ini akan dilanjutkan di Banyumas dan Surakarta untuk tahap kedua dan ketiga. (hg99).


Semarang, Harianguru.com - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UIN Walisongo Semarang menggelar bedah buku "Sekolah Harmoni: Restorasi Pendidikan Moderasi Pesantren" karya Ketua Forum Koordinasi dan Pencegahan Teorisme (FKPT) Jawa Tengah Prof. Dr. KH. Syamsul Ma'arif, M.Ag., pada Ahad (18/4/2021).


Selain penulis buku, kegiatan melalui moda daring dan luring ini menghadirkan Wakil Wali Kota Semarang Ir. Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu, M.Sos., sebagai keynote speaker. Hadir pula sebagai pembedah Ketua Umum MUI Kota Semarang Prof. Dr. KH. Moh. Erfan Soebahar, M.Ag., Satgas Penanggulangan FTF Densus 88 AT Polri Kombes Dr. Didik Novi Rahmanto, S.IK., M.H., dan Waket I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan STAINU Temanggung Hamidulloh Ibda.


Wakil Wali Kota Semarang Ir. Hj. Hevearita Gunaryanti Rahayu, M.Sos., saat menyampaikan keynote speaker mengapresiasi kegiatan tersebut dan mengucapkan atas terbitnya buku karya Ketua FKPT Jateng tersebut. "Saya mengapresiasi kawan-kawan mahasiswa PMII Komisariat UIN Walisongo yang turut peduli mencegah radikalisme dan terorisme melalui kegiatan ini," katanya.


Dalam penyampaiannya, Prof Syamsul mengatakan bahwa gerakan radikalisme di Indonesia sangat kuat. Maka dibutuhkan strategi dalam membendung maupun mencegahnya.


Dalam bedah buku terbitan Pilar Nusantara dan BNPT itu, Prof Syamsul yang juga Dekan FPK UIN Walisongo menjelaskan bahwa gerakan ekstremisme telah berkecambah di semua lini kehidupan dan menyasar semua kelompok masyarakat. Bahkan sekarang fakta membuktikan adanya gerakan-gerakan ekstremisme dan radikalisme masuk di sekolah. 


Menurut guru besar kelahiran Grobogan tersebut, terorisme sebagai extra ordinary crime (kejahatan luar biasa), kejahatan kemanusiaan, dan kejahatan lintas negara yang bermotif ideologi dan politik sangat jauh dengan nilai-nilai agama manapun. Masyarakat termasuk generasi muda banyak yang terpesona dengan propaganda mereka dan akhirnya masuk pada pusaran ekstremisme serta terjerumus pada tindakan-tindakan tidak beradab dan inkonstitusional.


Lewat buku tersebut, Prof Syamsul berusaha keras menawarkan konsep pendidikan moderasi pesantren yang dapat diadopsi dalam lembaga pendidikan pada umumnya.


Ketua Umum PMII Komisariat UIN Walisongo Zuhud Muhammad menyampaikan acara itu merupakan salah satu kegiatan PMII dalam rangka turut mencegah radikalisme yang bertepatan pada Harlah PMII ke 61 pada 17 April 2021 kemarin.


Pihaknya juga menceritakan suatu ketika ada mahasiswa bercadar di kampus yang pernah ditegur oleh DEMA. Fenomena seperti itu menurutnya perlu solusi sehingga pihaknya meminta solusi kepada para pembicara dalam kegiatan tersebut.


Sementara itu, Prof Dr KH Moh. Erfan Soebahar menyampaikan bahwa substansi agama Islam adalah agama yang damai, penuh rahmat atau rahmatal lillalamin. Maka pihaknya merekomendasikan bahwa buku Sekolah Harmoni layak dibaca. "Buku sangat layak dibaca karena isinya sangat menarik," bebernya.


Pihaknya juga sedikit mengritik dari aspek tulisan dalam buku tersebut. "Saya mengenal Prof Syamsul ini memang orangnya banyak menulis dan banyak bicara sejak menjadi mahasiswa. Isi buku ini sangat menarik dan mendalam. Namun ada sedikit koreksi pada kesimpulan ini. Ada kata sehingga diulang dua kali. Maka kalau besuk direvisi itu bisa diperbaiki," sarannya.


Kombes Dr. Didik Novi Rahmanto menambahkan bahwa buku tersebut sangat bermanfaat bagi generasi muda khususnya kader-kader PMII. "Buku ini menambah informasi dan data bagi kami khususnya bagi Densus 88 AT Polri," katanya.


Pihaknya juga mengucapkan selamat atas terbitnya buku tersebut yang menjadi bagian dan literatur moderat sebagai kontra narasi buku-buku yang bermuatan radikal.


Sementara Hamidulloh Ibda menyoroti fenomena kehancuran suatu bangsa dari perspektif Alquran maupun teori Prof Thomas Lickona yang menjelaskan ada 10 tanda kehancuran suatu bangsa.


"Salah satu bentuk kehancuran itu adalah kekerasan. Ada lima poin tanda-tanda menurut Prof Thomas Lickona yang itu mengarah kepada radikalisme dan terorisme," bebernya.


Pihaknya juga memberikan masukan bahwa tawaran konsep pendidikan moderasi pesantren harus mengarah pada local knowledge, local genius dan local wisdom. Di sisi lain, kehancuran bangsa ini perlu ada empat solusi mulai dari penguatan kompetensi, karakter, literasi dan ideologi.


Usai pemaparan dan bedah buku oleh pemateri, sesi selanjutnya dilanjutkan dengan tanya jawab. Pada sesi itu, Prof Syamsul merespon bahwa salah satu pesan yang ditangkap adalah motivasi terus menulis dan berkarya serta berkontribusi positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan yang integratif, menjaga damai dan memperkuat NKRI. (*)


Harianguru.com -
Setelah melaksanakan acara pelantikan PC dan PAC PERGUNU Kota Magelang, dilanjutkan penguatan kelembagaan PERGUNU. Acara ini dibuka oleh ketua dan Wakil Ketua PW PERGUNU Jateng. Penguatan adalah hal yang perlu dilakukan oleh organisai baru, hal ini sebagai kesolidan sebuah organisasi. Agar terjalin komunikasi dan kerja sama yang kuat antara pengurus dan anggota.

Ketua PW PERGUNU Jateng Drs KH Moh. Faojin, M.Pd.I. dalam penguatan tersebut menyampaikan pentingnya peran PERGUNU untuk bangsa. mohon untuk bersama-sama membangun bangsa. kemudian beliau juga berpesan bahwa Kota Magelang anggota untuk terus dipacu agar semakin banyak. jangan lupa isi SIMAS PERGUNU, dan punya baju PERGUNU dan KTA PERGUNU. Inilah identitas dasar sebagai anggota PERGUNU.

Wakil Ketua PW PERGUNU Jateng juga menyampaikan pesan akan makna perjuangan. Dalam sebuah perjuangan perlu pengorbanan harus belajar sabar dan ikhlas. Sedikit demi sedikit kegiatan dilaksanakan dimulai yang mudah dan terarah sesuai dengan kebutuhan para guru. Semisal pembekalan, pelatihan dan FGD serta sosialisasi lainnya.

Dilanjutkan dewan penasehat KH. Abdurrosyid, M.Ag. mengatakan mari bersama-sama membangun PERGUNU. Dan memotivasi agar para anggota PERGUNU di Kota Magelang untuk terus bertambah. Ayo sekolah-sekolah identifikasi guru-guru untuk diajak bergabung ke PERGUNU hal ini sebagai bentuk syiar dakwah ASWAJA.

Diakhiri oleh dewan Pakar Dr. A. Muhlisin, M.Pd. yang mengatakan dalam pemantapan program PERGUNU Kota Magelang adalah harus dibackup dan didampingi bersama-sama. Yang belaum tahu untuk memberitahu dan sebaliknya saling belajar. Jangan lupa program PERGUNU harus mempuyai roadmap yang jelas agar terukur dan terencana. (moy)

Harianguru.com

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget