Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Oktober 2021


Makassar, Harianguru.com
- Wakil Menteri Agama Indonesia Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., menegaskan agar di dalam pendidikan harus dihentikan fenomena diskriminasi terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). 


Hal itu terungkap saat penyampaian materi dalam acara Penguatan Pelatihan Pendidik Inklusi di Gammara Hotel Makassar pada hari ketiga, Rabu (27/10/2021). Kegiatan ini digelar Subdit Bina Guru dan Tenaga Kependidikan Raudlatul Athfal Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama.


"Perlakuan diskriminatif terhadap anak berkebutuhan khusus harus kita sudahi. Caranya kita memberikan layanan khusus dan inklusif. Bukan berarti kita mendiskriminasikan mereka, namun itu justru menjadi wujud layanan sesuai tumbuh kembang dan kebutuhan mereka," beber dia.


Pihaknya juga menegaskan bahwa Kementerian Agama memiliki tugas mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai amanat Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.


"Setiap orang berhak mendapatkan pendidikan dan mendapat manfaat ilmu pengetahuan teknologi. Hak mendapat pendidikan adalah hak semua warga negara tidak terkecuali anak berkebutuhan khusus," tegasnya.


Berdasarkan data EMIS sampai tahun 2021 ini untuk jumlah Peserta Dididk Berkebutuhan Khusus (PDBK) adalah 47.516. "Ini perlu mendapatkan perhatian serius. Saatnya Kementerian Agama memiliki kepedulian dalam rangka memberikan kepedulian terhadap PDBK," lanjutnya.


Wakil Menteri Agama juga menegaskan bahwa Kementerian Agama ke depan perlu memfasilitasi dan mendukung pendanaan madrasah inklusif melalui dana BOS.


Kami banyak berdiskusi, lanjutnya, beberapa guru curhat bahwa mengajar anak normal saja susah. "Namun bagaimana dengan anak berkebutuhan khusus? Maka ini perlu dilatih dan menjadi tanggungjawab kita. Dulu awal-awal Pak Kakanwil Kemenag Sulses ini saya dukung untuk terus menguatkan pendidikan inklusif di sini," lanjutnya.


Wakil Menteri Agama juga berpesan bahwa dalam rangka penguatan madrasah inklusif, Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) supaya menambahkan mata kuliah pendidikan inklusif di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.


Sebelumnya, Kepala Subdirektorat Bina Guru dan Tenaga Kependidikan Raudlatul Athfal Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Dra. Siti Sakdiyah, M.Pd., berharap agar ada dukungan terhadap pendidikan inklusif.


"Semoga ke depan ada program untuk mendukung program inklusi ini," harapnya saat mendapingi Wakil Menteri Agama.


Dalam kesempatan itu hadir pula Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan Drs. Khaerani, M.Si., Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis, narasumber lain dan peserta. (HG44/Ibda).


Makassar, Harianguru.com
- Forum Pendidikan Madrasah Inklusif (FPMI) Provinsi Sulawesi Selatan resmi dikukuhkan pada Rabu (27/10/2021). Hal itu terungkap saat penyampaian materi dalam acara Penguatan Pelatihan Pendidik Inklusi di Gammara Hotel Makassar.

 

Rangkaian kegiatan tersebut digelar Subdit Bina Guru dan Tenaga Kependidikan Raudlatul Athfal Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI.

 

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum FPMI Pusat Supriyono melantik jajaran pengurus FPMI Sulawesi Selatan.

 

Mereka dilantik berdasarkan Surat Keputusan Forum Pendidik Madrasah Inklusif Pusat Nomor 005.FPMI.X.2021 Tahun 2021 tentang Penetapan Pengurus Wilayah Forum Pendidik Madrasah Inklusif Provinsi Sulawesi Selatan Masa Khidmat 2021-2026.

 

Dewan Pembina terdiri atas Gubernur Sulawesi Selatan, Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan.

 

Dewan Penasihat terdiri atas Kepala Seksi Guru Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Seksi Tenaga Kependidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Seksi Kelembagaan Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Bidang Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Ketua Pokjawas Madrasah Provinsi Sulawesi Selatan, H. Jamaris, S.Ag., MH., Drs. H. Kasmaruddin, M.Pd., dan Suedi, S.Pd., M.Pd.

 

Dewan Pakar terdiri atas Dr. Lu'mu Taris, M.Pd., Dr. Iis Masdiana, M.Pd., Dr. Usman, M.Si., Dr. Sabara Nuruddin, Ahmad Afif, S.Ag., M.Si., Abd. Rahman Arsyad, M.Si., Dr. H. Hafid, M.Pd., Syamsuddin, S.Pd.I., M.Pd.I., Dr. Muh. Rapi, M.Pd.

 

Ketua Muhammad Jamil, S.Ag., Wakil Ketua Akmal, S.Ag., M.Pd.I, Sekretaris Rosmiati, S.Pd.SD., Wakil Sekretaris Muhammad Amir Hattab, S.Pd., M.Pd., Bendahara Istiqamah, M.Pd., Wakil Bendahara Hj. Harnidah, M.Pd.

 

Bidang Penelitian dan Pengembangan Dra. Hj. Rosmidar, M.Pd., H. Ilyas, M.Pd.I, Rahmad, S.Pd., Kasman, M.Pd., Bidang Data dan Informasi Aminuddin Syamsuddin, S.Pd., Samrina, S.Pd.I., Winahyu, M.Pd., Bidang Perencanaan dan Program Musdalipa, S.Ag., H. Aris, S.Ag., M.Pd., dan Mukarramah, S.Pd., Bidang Pendidikan dan Pelatihan Nelvy, M.Pd.I, Fujiah, S.Pd.I., Nuraeni N, S.Pd.I., Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Organisasi Rahman, M.Pd., Indarwati, S.Pd., Kiki Aulia Resky, S.Pd., Bidang Kerjasama dan Organisai Saifuddin, M.Pd.I., Hamriati, S.Pd.I., H. Chalid, S.Pd.I., M.Pd.I., Bidang Advokasi dan Hukum Drs. Syukri, MM. Hanis, S.Pd.I, Handriati, S.Pd.I.

 

Ketua Umum FPMI Pusat Supriyono berharap dengan dilantiknya FPMI Sulawasi Selatan, ke depan madrasah inklusif semakin berkembang. "Perlu ditegaskan bahwa FPMI itu forum pendidik, tidak hanya untuk guru namun juga dosen, widyaiswara, pengawas juga harus berkontribusi memajukan pendidikan inklusif," katanya.

 

Ia juga berharap, FPMI Sulawesi Selatan menjadi agent of change pendidikan inklusif agar Peserta Didik Berkebutuhan Khusus dapat dilayani dengan baik. (*)

Harianguru.com

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget