Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

2022


Yogyakarta, Harianguru.com
- Dosen seni menggambar Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung Dr. Rohmat Rizal menggelar pameran tunggal yang resmi dibuka pada Rabu (5/10/2022). Pameran lukisan tersebut adalah Pameran Tunggal Rohmat Rizal "Dari Titik Jalan 113" di Museum dan Tanah Liat (MDTL) Jalan Menayu, Desa Kersan No.RT.05, Jeblog, Tirtonirmolo, Kec. Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pameran dibuka Prof. Dr. M. Dwi Marianto, M.FA., pengajar Pascasarjana ISI Yogyakarta, penulis dan kurator. Sesuai rencana, pameran berlangsung sampai 12 Oktober 2022.

Saat dihubungi, Rohmat Rizal mengatakan bahwa pameran tersebut merupakan kali pertamanya digelar secara tunggal. Ia dalam kesempatan itu membawa puluhan lukisan yang ia ciptakan sejak beberapa tahun lalu.

"Alhamdulillah banyak seniman dan pelukis yang hadir dari Jakarta, Semarang, Magelang, Temanggung, dan utamanya Yogjakarta dan sekitarnya. Semoga membawa berkah dan hanya Allah tempat kami bersandar," kata Rohmat, Kamis (6/10/2022).

Selain didukung beberapa kolega, kesuksesan acara ini didukung oleh Museum dan Tanah Liat (MDTL) dan Lesbumi Nahdlatul Ulama. Rohmat mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang mendukung pameran tunggal tersebut.

Sementara itu, Rektor INISNU Temanggung Dr. Muh. Baehaqi mengapresiasi pameran tunggal yang digelar oleh Dr. Rohmat Rizal tersebut. "Beliau memang senang melukis sudah agak lama. Sampai pernah membuat konsep suluk rupa yang menarik," ujar dia.

Pihaknya berharap agar keterampilan di bidang seni tersebut akan diteruskan oleh para mahasiswa INISNU karena beberapa mahasiswa memang ada potensi besar di bidang tersebut. "Semoga pamerannya mendekatkan masyarakat pada seni, karena tanpa seni masyarakat akan kering," paparnya. (*)


Wonosobo, Harianguru.com
- Narkotika dan obat-obatan yang mengandung zat aditif berbahaya dan terlarang, lebih kita kenal dengan Narkoba, belakangan ini populer di kalangan remaja karena pemakaiannya bukan lagi anak-anak nakal, anak broken home, dan preman tetapi telah lama masuk ke Sekolah Menengah Pertama(SMP) dan Sekolah Menengah Atas(SMA) dan lingkungan kampus. Narkoba yang banyak dijumpai di lingkungan sekolah berbentuk tablet, kapsul, dan tepung, seperti ekstasi, sabu, pil koplo, dan ganja.

Tidak hanya guru dan orang tua yang resah karena narkoba tetapi Ulama, Tomas, pejabat, dan masyarakat.  Menghadapi keresahan ini maka MI-MTs bekerjasama dengan Ganas Annar (Gerakan Nasional Anti Narkoba) Kab. Wonosobo yang diketua Umar Yusuf menggandeng para stakeholder yang terdiri dari Ketua Komisi A DPRD II Kab. Wonosobo, Bupati Wonosobo, Dikpora, Kemenag, MUI, Kapolres, Kasad Narkoba, dan b MWC-NU Kertek mengadakan Sosialisasi Dampak Narkoba bagi Pelajar, Selasa, 4 Oktober 2022 pukul 08.00-12.30 bertempat di Komplek MI-MTs Maarif Kertek.

M.Albar Wakil Bupati Wonosobo memberikan support kepada para pelajar agar tidak malu bersekolah di swasta, karena sekolah swasta lebih maju dari sekolah negri, dan banyak yang jadi pejabat negara serta pengusaha sukses. "Untuk sukses harus rajin belajar, patuh kepada orangtua - guru dan menghindari pergaulan yg tidak bermanfaat serta jangan coba-coba memakai narkoba," katanya.

Tak lupa wakil bupati menyampaikan bahwa sudah saatnya MI-MTs mempunyai aula untuk kegiatan bersama.

H. Farid Kankemenag Wonosobo juga menambahkan bahwa sosialisasi narkoba bagi pelajar sangat penting untuk membekali pelajar agar pikiran kita tidak tercemar dari fitrahnya agama dari sesuatu yang bisa membikin anak-anak akalnya tercemar. "Orang yang akalnya sehat bisa membedakan mana yang baik dan buruk tapi nglakoninya sulit, semoga dengan sosialisasi ini bisa membentengi putra putri kita dari bahayanya narkoba" papar dia.

Pada kesempatan ini juga Ketua Komisi A DPRD II Kab. Wonosobo mengatakan bahwa miras dan narkoba sangat membahayakan. Hasil pendataan WHO menunjukan kematian akibat narkoba 35 juta orang pertahun. Narkoba membuat masa depan hancur. Jangan terpengaruh jika ada teman yang iseng-iseng mengajak untuk mencoba.


Sedangkan Ketua MUI Kab. Wonosobo, Mukhotob Hamzah atau yang dikenal Abah Khotob menyampaikan narkoba lebih cenderung dikonsumsi oleh para perokok, makanya saya melarang santrinya merokok karena makruh. Semua yang dicitakan Allah banyak faedahnya tapi juga ada bahanya jika kita menggunakannya berlebihan. Begitu pula narkoba ada manfaatnya tapi lebih besar bahayanya. Bahayanya sampai pada kematian.

AKP H. Tri Hadi Utoyo yang langsung mengisi Sosialisasi Dampak Penyalahgunaan Narkoba terhadap Pelajar memaparkan secara gamblang pengertian narkoba, jenis-jenis narkoba, dan dampak negatif nya bagi pemakai disertai foto-foto jenus-jenis narkoba.


Para pelajar dan Guru MI-MTs, serta perwakilan walimurid sangat antusias mengikuti sosialisasi tersebut terbukti banyak pertanyaan yang dilontarkan kepada Kasad Narkoba, AKP Tri.

Acara diakhiri dengan penandatanganan pakta integritas penolakan 3 dosa besar pendidikan(perundungan, pembulyan, intoleransi) dan foto bersama. Harapan ke depan semoga ada program kerjasama antara pihak madrasah dengan kepolisian, khususnya Kasad Narkoba tidak hanya berupa sosialisasi saja tapi ada upaya-upaya lain dalam pencegahan narkoba di sekolah/madrasah. Dan semoga para pelajar MI Budiluhur-MTs Maarif Kertek khususnya terhindar dari penyalahgunaan narkoba. Say No To Drug. (Mukty. N).


Yogyakarta, Harianguru.com
- Permainan tradisional merupakan suatu aktivitas budaya yang tumbuh dan berkembang di seluruh Nusantara, permainan tradisional sarat dengan nilai-nilai budaya dan tata nilai kehidupan masyarakat dan diajarkan secara turun-temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Melalui permainan tradisional, anak-anak mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya, memperoleh pengalaman yang berguna dan bermakna, mampu membina hubungan dengan seksama teman, meningkatkan perbendaharaan kata, serta mampu menyalurkan perasaan-perasaan yang tertekan dengan tetap melestarikan dan mencintai budaya bangsa.


Adanya pandemi Covid-19 berdampak pada berbagai aspek, salah satunya pada dunia pendidikan. Pembelajaran dilaksanakan dari rumah menyebabkan aktivitas penggunaan gawai meningkat pada anak-anak. Jika tidak didampingi dengan baik, penggunaan gawai dapat berdampak negatif pada anak. Melihat keprihatinan tersebut, lahirlah sebuah komunitas yang disebut Komunitas Luku. 

Komunitas LUKU adalah sekelompok anak-anak yang berada di Dusun Sarekan RT 05, Plembutan, Canden, Jetis, Bantul. LUKU itu sendiri kepanjangan dari Letakkan Semua dan Baca Buku 15 menit. Anak-anak yang terkumpul pada komunitas ini memiliki rentang usia dari usia PAUD sampai SMP. LUKU terbentuk atas dasar alasan selama pandemic covid 19 dan kebijakan belajar di rumah membuat anak-anak sering terfokus pada gawai dan kurang  mendapatkan stimulasi perkembangan sesuai tahap perkembangan mereka. Padahal usia anak-anak inilah stimulasi kreatifitas sangat dibutuhkan.


Analisa kebutuhan pada komunitas LUKU adalah perlu adanya stimulasi perkembangan yang mengasah kreatifitas dan juga dihubungkan dengan teknologi (karena anak-anak ini pada umumnya memiliki gawai, namun belum dikembangkan maksimal sesuai dengan kreatifitas anak). Melihat hal tersebut Tim Pengabdian dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa atas nama Dr. Biya Ebi Praheto, M.Pd., Dr. Insanul Qisti Barriyah, M.Sn., dan Dyan Indah Purnama Sari, M.Pd. tergerak untuk melaksanakan program pengabdiam masyarakat pada komunitas Luku dengan program berupa Inkubator Kreatif Melalui Permainan Tradisional Berbasis Augmented Reality. Kegiatan ini berbentuk pendampingan secara berkala pada anak-anak di Komunitas Luku dengan memanfaatkan aplikasi Tandola sebagai bentuk permainan tradisional berbasis Augmented Reality. Kegiatan ini sangat didukung oleh masyarakat dan orang tua anak-anak yang berharap kegiatan ini mampu bermanfaat bagi anak-anak di luar aktivitas di sekolah.


Program inkubator kreatif ini dilaksanakan setiap hari sabtu atau minggu mulai bulan Juli 2022 dengan memberikan berbagai kegiatan seperti bermain permainan tradisional, menggambar, mewarnai, membuat puisi, membuat batik, mengenal aksara Jawa. Permainan tradisional diangkat kembali sebagai stimulan dalam mengembangkan kreativitas anak. 

Ketika anak merasa senang maka otak belakang anak akan menuntun tingkat kreativitas sehingga anak dapat beraktivitas dengan baik seperti aktif dalam bermain permainan tradisional diikuti dengan berbagai aktivitas lain yang mengasah daya kreativitas anak. Selain itu, Inkubator kreatif melalui permainan tradisional berbasis augmented reality memberikan banyak edukasi dan manfaat pada perkembangan anak. Melalui program ini dapat memberikan sumbangan dalam perkembangan motorik halus dan motorik kasar anak pada Komunitas Luku, membantu anak-anak dalam membangun komunikasi, menjalin kerja sama tim (perkembangan sosial dan emosional), problem solving, leadership, percaya diri (psikologis anak) serta menumbuhkan nilai-nilai luhur sebagai modal dalam membentuk karakter anak merdeka. (HG44).


Temanggung, Harianguru.com
- Pada gelombang pertama, Tim Pandu Digital Indonesia Direktorat Pemberdayaan Informatika Direktorat Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika menggelar Pelatihan Literasi Pandu Digital Indonesia Sektor Pendidikan Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung secara daring pada Selasa (20/9/2022).

Kegiatan ini diikuti seluruh sivitas akademika Institut Islam Nahdlatul Ulama Temanggung (INISNU) untuk bergabung dalam Pelatihan Literasi Digital bertajuk "Transformasi Pendidikan di Era Digital: It is a Must". Kegiatan ini adalah gelombang pertama, sedangkan gelombang berikutnya akan dilaksanakan pekan depan selama dua kali lagi.

Dalam kesempatan itu, hadir tiga narasumber, yaitu Hamidulloh Ibda, M.Pd dengan materi Humanity and empathy (Budaya Digital), Achmad Musyaddad, S.IP., M.A dengan materk Emotional Intellegence (Etika Digital) dan Rizqika Alya Anwar dengan materi Critical Thinking (Keamanan Digital).

Dalam paparannya, Hamidulloh Ibda menegaskan bahwa ada empat pilar literasi yang dikembangkan Kementerian Kominfo. "Pilar tersebut terdiri atsd empat kerangka, yaitu Digital Skills, Digital Safety, Digital Ethics, dan Digital Culture," kata Ibda.

Dalam Digital Culture, ada materi, ada enam pokok yang harus dilakukan. Pertama, Budaya Digital sebagai Penguatan Karakter Berbangsa Manusia Modern. Kedua, Internalisasi Nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Warga Negara Digital (DigitalCitizenship). Ketiga, Digitalisasi Kebudayaan dan Teknologi Informasi Komunikasi. Keempat, Cinta Produk Dalam Negeri. Kelima, Hak Digital Warga Negara. Keenam, Budaya Komunikasi Digital dalam Masyarakat Indonesia.

Koordinator Gerakan Literasi Ma'arif (GLM) tersebut juga menegaskan ada Human Skill dalam Budaya Digital, yaitu empati, komunikasi, kemampuan beradaptasi, coaching and leadership (budaya kepemimpinan), dan membangun kepercayaan.

Dijelaskan Ketua Bidang Media, Hukum, dan Humas Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah tersebut bahwa kegiatan itu sangat bermanfaat kepada semua mahasiswa maupun sivitas akademika. "Jadi, kami atas nama INISNU mengucapkan terima kasih telah dijadikan mitra dalam rangkaian Pandu Digital Indonesia," beber Pjs Direktur Utama Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Temanggung TV.

Usai pemaparan semua narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan peserta mengisi post test untuk mendapatkan sertifikat. (*).


Banyumas, Harianguru.com
- Dalam memperingati Hari Lahir ke-93 Lembaga Pendidikan Ma’arif NU, Pengurus Cabang LP Ma’arif NU Kabupaten Banyumas menggelar seminar nasional dengan tema “Strategi Membangun Pendidikan Ma’arif yang Bermutu dan Membanggakan” di Auditorium UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto, Sabtu (17/9/2022).

Seminar yang dihadiri oleh seluruh Kepala Madrasah dan Sekolah serta Ketua Badan Pelaksana Penyelenggaraan Pendidikan Ma’arif NU (BPPPMNU) seluruh jenjang se-Kabupaten Banyumas itu sebagai forum untuk penguatan dan pengembangan kelembagaan madrasah dan sekolah Ma’arif.

Ir. Hj. Itasia Dina Sulvianti, M.Si, narasumber seminar nasional mengatakan apabila sebuah lembaga pendidikan ingin bermutu, maka harus menyatukan seluruh komponen strategis sekolah bermutu, yaitu orang tua, siswa, kurikulum, kegiatan belajar mengajar, atmosfir pendidikan, guru, sarana prasarana, keuangan, manajemen perencanaan, dan kerjasama.

Menurutnya, seluruh komponen strategis sekolah bermutu ini harus saling bersinergi dan dijalankan sesuai dengan kondisi realitas sekolah. Selain itu, hal pokok yang dominan adalah faktor guru dalam mengajar dan mendidik siswa.

“Guru inspiratif menjadi komponen pokok dalam mengelola sebuah lembaga sekolah. Guru menjadi garda terdepan dalam menginspirasi siswa dan mengantarkan suasana belajar menjadi sesuatu yang membahagiakan”, terang Itasia yang juga sebagai Dosen pada Fakultas MIPA IPB tersebut.

Hadir dalam kesempatan ini, Prof. Dr. H. Fauzi, M.Ag, Ketua PC LP Ma’arif NU Kabupaten Banyumas, sebagai pembicara pembuka seminar dan H. Mujiburrohman, SS., M.Pd., Wakil Ketua I LP Ma’arif NU PBNU sebagai narasumber. (HG44/Musmuallim)


Harianguru.com -  Rancangan Undang-Undang Sistem tentang Pendidikan Nasional atau RUU Sisdiknas terbaru 2022 telah diajukan oleh pemerintah kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). RUU Sisdiknas 2022 telah diajukan masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas Perubahan Tahun 2022.

Memang viral soal berita atau pencarian RUU Sisdiknas terbaru di Google. Penelusuran Harianguru.com sampai 31 Agustus 2022, sedikitnya ada beberapa kata kunci yang muncul seperti ruu sisdiknas hapus madrasah, madrasah hilang dari ruu sisdiknas, uu sisdiknas terbaru, uu sisdiknas 2021, undang-undang sistem pendidikan nasional 2020 pdf, draft ruu kup 2021 pdf, undang-undang sistem pendidikan nasional 2017, uu sisdiknas no. 20 tahun 2003, RUU Sisdiknas 2023 dan lainnya.

Tanpa berpanjang dan berlebar, berikut url / link yang bisa Anda jadikan tempat untuk mendownload atau mengunduh

1. Rancangan Undang-Undang Tentang Sistem Pendidikan Nasional Versi Agustus 2022

2. Naskah RUU Sisdiknas Versi Agustus 2022

3. Paparan RUU Sisdiknas Versi Agustus 2022

4. Naskah Akademik RUU Sisdiknas Versi Agustus 2022

Setelah mengunduh dan mempelajari naskah, naskah akademik, dan paparan RUU Sisdiknas pada laman Naskah RUU Sisdiknas, silakan memberikan masukan melalui formulir ini.

1. Masukan terkait RUU Sisdiknas 2022



Malang, Harianguru.com
- Sejumlah siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nahdlatul Ulam Kudus, Jawa Tengah, berkesempatan melakukan fashion show dengan mengenakan berbagai pakaian menarik di even Expo Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Pendidikan Ma'arif NU PBNU di Universitas Islam Malang (UNISMA) Jalan Mayjen Haryono, Malang, Jawa Timur, Jumat (26/8/2022).


Rakernas Ma'arif tahun ini mengusung tema “Membangun Pendidikan Unggul untuk Peradaban Dunia yang Berkelanjutan” yang sesuai rencana kan berakhir pada Senin (29/8/2022). Dalam acara pembukaan dan Expo ini, selain Fashion Show dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nahdlatul Ulama (NU) Banat Kudus juga digelar Konvoi 500 Motor dari Kota Batu Jawa Timur.


Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah R. Andi Irawan mengatakan bahwa tahun ini menjadi tahun untuk melakukan konsolidasi kelembagaan di Jawa Timur. Pihaknya juga mengapresiasi SMK NU Banat Kudus yang telah mewakili Jawa Tengah dalam Rakernas melalui kegiatan Fashion Show tersebut.


Oleh Puteri Anggita Dewi

Mahasiswi PIAUD INISNU Temanggung

Kurikulum yang diberikan pada lembaga PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) mulai dari Kelompok Bermain, maupun Taman Kanak-Kanan tentu berbeda bila dibandingkan dengan tingkat SD (Sekolah Dasar). Jika pada pendidikan tingkat PAUD peserta didik memiliki lebih banyak waktu untuk bermain, namun tidak dengan SD, di mana siswa mulai dilatih untuk serius dalam belajar dan dikenalkan dengan materi-materi yang lebih bersifat akademis. pendidikan pada lembaga PAUD pada umumnya lebih mengedepankan pembelajaran yang mengarahkan pada proses perkembangan anak, lewat aktivitas permainan terintegrasi yang mengasyikkan. Materi di PAUD mencakup konsep sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang mendukung 5 aspek perkembangan anak yaitu perkembangan kognitif, perkembangan nilai agama dan moral, perkembangan sosial emosional, perkembangan fisik-motorik anak dan perkembangan bahasa anak, sedangkan di SD berfokus pada bidang pelajaran yang kompleks.

Oleh karena itu, sebelum memasuki jenjang pendidikan SD perlu adanya suatu upaya untuk mendukung keberhasilan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Hal ini dapat ditempuh dengan persiapan yang matang, agar pada saat memasuki SD siswa sudah siap mengikuti materi yang diberikan. Jadi konsentrasi guru di SD tidak lagi mengenalkan peserta didik pada dunia sekolah, seperti pada dunia PAUD melalui bermain. Akan tetapi guru fokus mengenalkan siswa pada materi-materi. Untuk menunjang tercapainya hal tersebut, tentunya tidak hanyu berfokus pada siswa saja, tapi juga wali murid dan guru maupun lembaga sekolah, semuanya harus berperan aktif dan dibenahi untuk mendukung kesiapan menghadapi masa transisi dari PAUD menuju SD.

Anak dianggap siap ketika bisa menyesuaikan diri ataupun sanggup menghadapi masa transisi dengan baik dalam proses kegiatan belajar mengajar yang lebih terstruktur ketika berada di lingkungan baru berupa Sekolah Dasar. Orang tua juga harus siap mendampingi, mempelajari, dan mendukung tahapan perkembangan sang anak karena orang tua lebih banyak berada di sisi anak. Sedangkan satuan pendidikan PAUD memiliki tugas mempersiapkan anak  siap bersekolah di jenjang SD. Sekolah dan orang tua perlu berjalan berdampingan dalam mendidik anak dengan komunikasi dan kerja sama yang selaras.

Orang tua harus berperan dalam mempersiapkan anaknya. Mereka dituntut memberi rangsangan ketika memiliki kesempatan berkumpul dalam keluarga. Waktu kebersaman seharusnya dimanfaatkan orang tua untuk menstimulus tumbuh kembang sang buah hati dengan memberikan dukungan, dorangan, serta pengawasan terhadap anak. Selain itu, keluaraga atau orang tua diharapkan bisa menjadi sosok guru bagi anak, menjadikan lingkungan rumah sebagai tempat bermain dan belajar yang nyaman, menciptakan kegiatan bersama yang positif untuk keberhasilan anak.

Dalam mencapai keberhasilan tersebut, anak sangat memerlukan sarana untuk menunjukkan berbagai kemampuan yang ia miliki. Oleh sebab itu, dibutuhkan lingkungan yang nyaman serta bisa menerima dirinya apa adanya. Stimulus itu bisa diciptakan, misalnya meminta anak melakukan aktivitas bantu diri dari hal terkecil sampai terbiasa setiap harinya. Orang tua harus memberikan ruang supaya anak bisa berkembang dalam keadaan yang nyaman dan penuh kehangatan seperti berkomunikasi baik dan sering dengan anak, peka terhadap kebutuhan anak, selalu mendukung aktivitas posistif anak, mendorong anak untuk memiliki rasa ingin tahu, mengajak anak bermain untuk menghasilkan suatu karya, mengajak anak menyanyikan lagu-lagu yang berirama, dan lain sebagainya.

Sedangkan lingkungan sekolah berkonsentrasi mempersiapkan anak dengan menciptakan suasana pembelajaran yang berkualitas dan terarah. Selain menyusun materi-materi sesuai kurikulum, pihak sekolah juga dituntut memiliki guru yang berkualitas, sehingga bisa memahami akan kebutuhan serta mengarahkan peserta didik. Hal yang tidak kalah penting, guru juga harus mampu menjalin komunikasi baik dengan wali murid, untk mengetahui sejauh mana perkembangan anak ketika di rumah, agar pendidikan di rumah dan di sekolah dapat di sinkronkan, sehingga  ketika di sekolah guru bisa menyesuaikan dengan kebiasaan anak di rumah.


Oleh Anishatul Baroroh

Masa usia dini merupakan masa yang penting yang perlu mendapat penanganan sedini mungkin. Beberapa ahli pendidikan berpendapat bahwa masa anak usia dini merupakan masa perkembangan yang sangat pesat dan fundamental bagi kehidupan selanjutnya. Anak memiliki dunia dan karakteristik tersendiri yang jauh berbeda dari dunia dan karakteristik orang dewasa. Anak sangat aktif, dinamis, antusias dan hampir selalu ingin tahu terhadap apa yang dilihat dan didengarnya, seolah-olah tak pernah berhenti untuk belajar.

Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Pertumbuhan dapat diartikan sebagai perubahan yang bersifat kuantitatif atau mengandung arti adanya perubahan dalam ukuran dan struktur tubuh sehingga lebih banyak menyangkut perubahan fisik. Selain itu, pertumbuhan dipandang pula sebagai perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik Hasil dari pertumbuhan ini berupa bertambah panjang tulang-tulang terutama lengan dan tungkai, bertambah tinggi dan berat badan serta makin bertambah sempurnanya susunan tulang dan jaringan syaraf. Pertumbuhan ini akan terhenti setelah adanya maturasi atau kematangan pada diri individu. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan adalah suatu perubahan yang bersifat kualitatif yaitu berfungsi tidaknya organ-organ tubuh. Perkembangan dapat juga dikatakan sebagai suatu urutan perubahan yang bersifat saling mempengaruhi antara aspek-aspek fisik dan psikis dan merupakan satu kesatuan yang harmonis. Contoh, anak diperkenalkan bagaimana cara memegang pensil, membuat huruf-huruf dan diberi latihan oleh orang tuanya. Kemampuan belajar menulis akan mudah dan cepat dikuasai anak apabila proses latihan diberikan pada saat otot-ototnya telah tumbuh dengan sempurna, dan saat untuk memahami bentuk huruf telah diperoleh. Dengan demikian anak akan mampu memegang pensil dan membaca bentuk huruf. Melalui belajar anak akan berkembang, dan akan mampu mempelajari hal-hal yang baru. Perkembangan akan dicapai karena adanya proses belajar, sehingga anak memperoleh pengalaman baru dan menimbulkan perilaku baru.

Dalam masa perkembangan, anak diharapkan dapat menguasaikan kemampuan sebagai berikut.

 1. Belajar keterampilan fisik yang diperlukan dalam permainan. Anak pada masa ini senang sekali bermain, untuk itu diperlukan keterampilan-keterampilan fisik seperti menangkap, melempar, menendang bola, berenang, atau mengendarai sepeda.

 2. Pengembangan sikap yang menyeluruh terhadap diri sendiri sebagai individu yang sedang berkembang. Pada masa ini anak dituntut untuk mengenal dan dapat memelihara kepentingan dan kesejahteraan dirinya. Dapat memelihara kesehatan dan keselamatan diri, menyayangi diri, senang berolah raga serta berekreasi untuk menjaga kesehatan dirinya.

3. Belajar berkawan dengan teman sebaya. Pada masa ini anak dituntut untuk mampu bergaul, bekerjasama dan membina hubungan baik dengan teman sebaya, saling menolong dan membentuk kepribadian sosial 4. Belajar menguasai keterampilan-keterampilan intelektual dasar yaitu membaca, menulis dan berhitung. Untuk melaksanakan tugasnya di sekolah dan perkembangan belajarnya lebih lanjut, anak pada awal masa ini belajar menguasai kemampuan membaca, menulis dan berhitung. 5. Pengembangan konsep-konsep yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Agar dapat menyesuaikan diri dan berperilaku sesuai dengan tuntutan dari lingkungannya, anak dituntut telah memiliki konsep yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Aspek Perkembangan Anak Aspek Perkembangan Anak

1. Perkembangan motorik Perkembangan motorik Seiring dengan perkembangan fisik yang beranjak matang, perkembangan motorik anak sudah dapat terkoordinasi dengan baik. Setiap gerakannya sudah selaras dengan kebutuhan atau minatnya. Masa ini ditandai dengan kelebihan gerak atau aktivitas. Anak cenderung menunjukkan gerakan-gerakan motorik Draft Buku Ajar PAUD yang cukup gesit dan lincah. Oleh karena itu, usia ini merupakan masa yang ideal untuk belajar keterampilan yang berkaitan dengan motorik, seperti menulis, menggambar, melukis, berenang, main bola atau atletik. Perkembangan fisik yang normal merupakan salah satu faktor penentu kelancaran proses belajar, baik dalam bidang pengetahuan maupun keterampilan. Dengan kata lain, perkembangan motorik sangat menunjang keberhasilan belajar anak.

2. Perkembangan berfikir/kognitif Perkembangan berfikir/kognitif Di dalam kehidupan, anak dihadapkan kepada persoalan yang menuntut adanya pemecahan. Menyelesaikan suatu persoalan merupakan langkah yang lebih kompleks pada diri anak. Sebelum anak mampu menyelesaikan persoalan, anak perlu memiliki kemampuan untuk mencari cara penyelesaiannya. Faktor kognitif mempunyai peranan penting bagi keberhasilan anak dalam belajar, karena sebahagian besar aktivitas dalam belajar selalu berhubungan dengan masalah mengingat dan berfikir.

3. Perkembangan Bahasa Perkembangan Bahasa Bahasa merupakan sarana berkomunikasi dengan orang lain. Melalui bahasa, seseorang dapat menyatakan pikiran dan perasaan dalam bentuk tulisan, lisan, isyarat atau gerak. Pada usia 1 tahun, selaput otak untuk pendengaran membentuk kata-kata, mulai saling berhubungan. Anak sejak usia 2 tahun sudah banyak mendengar kata-kata atau memiliki kosa kata yang luas. Gangguan pendengaran dapat membuat kemampuan anak untuk mencocokkan suara dengan huruf menjadi terlambat. Draft Buku Ajar PAUD Bahasa anak mulai menjadi bahasa orang dewasa setelah anak mencapai usia 3 tahun. Pada saat itu ia sudah mengetahui perbedaan antara ”saya”, ”kamu” dan ”kita”. Pada usia 4-6 tahun kemampuan berbahasa anak akan berkembang sejalan dengan rasa ingin tahu serta sikap antusias yang tinggi, sehingga timbul pertanyaan-pertanyaan dari anak dengan kemampuan bahasanya. Kemampuan berbahasa juga akan terus berkembang sejalan dengan intensitas anak pada teman sebayanya. Dengan memperlihatkan suatu minat yang meningkat terhadap aspek-aspek bahasa tulis, ia senang mengenal kata-kata yang menarik baginya dan mencoba menulis kata yang sering ditemukan. Anak juga senang belajar menulis namanya sendiri atau kata-kata yang berhubungan dengan sesuatu yang bermakna baginya. Antara usia 4 dan 5 tahun, kalimat anak sudah terdiri dari empat sampai lima kata. Mereka juga mampu menggunakan kata depan seperti ”di bawah”, ”di dalam”, ”di atas” dan ”di samping”. Antara 5 dan 6 tahun, kalimat anak sudah terdiri dari enam sampai delapan kata. Mereka juga sudah dapat menjelaskan arti kata-kata yang sederhana, dan juga mengetahui lawan kata. Mereka juga dapat menggunakan kata penghubung, kata depan dan kata sandang.

4. Perkembangan Sosial Perkembangan Sosial Perilaku sosial merupakan aktivitas dalam berhubungan dengan orang lain, baik dengan teman sebaya, orang tua maupun saudara-saudaranya. Sejak kecil anak telah belajar cara berperilaku sosial sesuai dengan harapan orang-orang yang paling dekat dengannya, yaitu dengan ibu, ayah, saudara, dan anggota keluarga

5. Perkembangan Emosi Perkembangan Emosi erkembangan Emosi Emosi merupakan suatu keadaan atau perasaan yang bergejolak pada diri seseorang yang disadari dan diungkapkan melalui wajah atau tindakan, yang berfungsi sebagai inner adjustment (penyesuaian dari dalam) terhadap lingkungan untuk mencapai kesejahteraan dan keselamatan. Kemampuan untuk bereaksi secara emosional sudah ada sejak bayi dilahirkan. Gejala pertama perilaku emosional dapat dilihat dari keterangsangan umum terhadap suatu stimulasi yang kuat. Misalnya bila bayi merasa senang, maka ia akan menghentak-hentakkan kakinya. Sebaliknya bila ia tidak senang, maka bayi bereaksi dengan cara menangis.


Yogyakarta, Harianguru.com
- Cublak cublak suweng//Suwenge ting gelenter //Mambu ketundhung gudhel//Pak empo lera lere//Sopo ngguyu ndele’akhe//Sir sir pong ndhle kopong//Sir sir pong ndhle kopong. 

Bait lagu di atas adalah lirik tembang cublak cublak suweng, yakni salah satu tembang permainan tradisional dari daerah Jawa. Orang tua zaman dahulu tentunya sangat familiar dengan tembang tembang dolanan seperti tembang diatas. Dahulu tidak hanya cublak cublak suweng, ada jamuran, dingklik oglak aglik, ular naga, gobak sodor, petak umpet dan beberapa permainan lainnya akan mudah ditemukan sedang dimainkan oleh beberapa kelompok anak di lapangan dan halaman depan rumah. Berbanding terbalik dengan kondisi saat ini, di tengah pesatnya perkembangan teknologi sangat sulit ditemukan dilingkungan pedesaan maupun di perkotaan anak-anak yang sedang bermain dan bercanda bersama di lapangan hingga senja tiba.

Canda dan senda gurau, saling berteriak, saling berkejaran, saling membantu dan menghormati menimbulkan sebuah kerinduan akan masa lalu. Banyak manfaat yang didapat dari bermain bersama selain melatih motorik anak, anak-anak berlatih kepemimpinan dengan bermain ular naga, anak-anak berlatih ketelitian dengan bermain engklek, anak-anak berlatih kerja sama tim, kekompakan, percaya diri serta kejujuran dengan bermain cublak-cublak suweng dan atau  dingklik oglak aglik.

Nilai-nilai luhur ini jelas memberikan banyak kontribusi terhadap menanamkan nilai-nilai moral budi pekerti yang dapat berpengaruh terhadap karakter anak bangsa. Ki Hadjar Dewantara mengatakan bermain merupakan kodrat anak, sehingga melalui permainan anak dapat mendidik anak dengan mengintegrasikan bermain sambil belajar atau belajar sambil bermain. bahwa Proyeksi akan suasana bermain dan keriuhan kelompok bermain anak ini jelas hanya menjadi sebuah kenangan yang sangat indah untuk diingat.

Di tengah maraknya game online dan game berbasis gadget lainnya permainan tradisional sedang bertahan untuk mengimbangi derasnya kemajuan teknologi. Tim pengabdian kepada masyarakat  dari Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa tergerak untuk turut serta melestarikan permainan tradisional dengan mengembangkan aplikasi permainan berbasis teknologi Augmented Reality yang diberi nama Tandola.

Tim pengabdian kepada masyarakat  yang terdiri dari Dr. Biya Ebi Praheto, M. Pd, Dr. Insanul Qisti Barriyah, Dinar Westri Andini, M. Pd., dan Dyan Indah Purnama Sari, M.Pd., mengambangkan sebuah program inovasi kreatif yang mampu mengembangkan keterampilan sensori motor anak-anak usia dini dengan mengajak anak-anak kembali bermain permainan tradisional berbalut teknologi yang dekat dengan konteks lingkungan sekaligus memanfaatkan salah satu metode tepat guna, menarik dan sesuai dengan kebaharuan yaitu teknologi interaktif Augmented Reality.

Aplikasi Tandola adalah aplikasi permaianan tradisional berbasis teknologi Augmented Reality. Penamaan Tandola (Taman Dolanan) berfilosofi pada ajaran-ajaran Ki Hadjar Dewantara. Pengembangan aplikasi ini pun mengintegrasikan lima azas yang dikemukakan oleh Ki Hadjar Dewantara yang dikenal dengan sebutan Pancadharma, yaitu kodrat alam, kemerdekaan, kebudayaan, kebangsaan, dan kemanusiaan. Aplikasi Tandola dapat diakses dan di download melalui google playstore.

Di dalam aplikasi Tandola terdapat menu profil, menu download buku panduan, menu cara bermain, menu peran orang tua, menu animasi permainan lengkap dengan musik/tembang dolanan, menu animasi setiap gerakan, serta beberapa menu tambahan lainnya.

Proses sosialisasi dan penerapan aplikasi Tandola yang merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai diseminasi produk masih berlangsung hingga saat ini salah satunya diterapkan pada Komunitas Luku yang berada di Dusun Sarekan Canden Bantul. Kegiatan sosialisasi diikuti dengan kegiatan praktik permainan tradisional secara langsung. Aplikasi Tandola ini dikenalkan kepada orang tua terlebih dahulu agar dapat mendampingi anak-anak dalam menggunakan gawai. Mengoperasikan aplikasi ini tentunya tidak lepas dari pendampingan dan panduan dari orang.

 

Selain itu tidak hanya mendampingi, orang tua juga turut ikut bermain permainan tradisional ini sambil bernostalgia mengingat masa indah bermain bersama para kanca di lapangan dan halaman depan rumah. Aplikasi Tandola ini diharapkan dapat melestarikan permainan tradisional ditengah kencangnya teknologi, aplikasi permainan tradisional dengan balutan teknoloi Augmented Reality.

 

Selain itu aplikasi Tandola diharapkan memberikan kontribusi terhadap dunia Pendidikan dengan konsep edu-tainment yakni menyampaikan pembelajaran atau unsur pendidikandengan cara yang menyenangkan dan menghibur seperti yang telah lama diterapkan di Tamansiswa sejak tahun 1922. Belajar dengan bermain dan belajar prilaku baik melalui tembang-tembang yang mendidik. (Hg44/Bherrio).


Kendal, Harianguru.com
- Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah menggelar Seminar Perempuan Top Optimis Viralkan Perdamaian untuk Menanggulagi Terorisme di Gedung DPRD Kendal, Kamis (18/8/2022).



Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasubdit Kerjasama Asia Pasific dan Afrika, Kolonel Sus Harianto, S.Pd., M.Pd., Ketua FKPT Jateng, Prof. Dr. Syamsul Maarif, M.Ag., Kabid Perempuan dan Anak FKPT Jawa Tengah Dra. Atiek Surniati S., MSi, Kabid Pengkajian dan Penelitian FKPT Jawa Tengah Nanang Qosim dan jajaran pengurus lain, Kabag Ideologi Kewaspadaan, Kesbangpol Jawa Tengah, Agung, Bupati Kendal Dico Mahtado Ganinduto, Badan Kesbangpol Kendal, Suharjo, S.Sos, Dandim Kendal, Letkol Inf. Misael Marthen Jenry Polii, S.Sos., dan diikuti oleh Perempuan Lintas Agama Kendal, dan para Organisasi Perempuan di Kabupaten Kendal.



Dalam laporannya, Ketua FKPT Jateng, Prof. Dr. Syamsul Maarif menyampaikan, kegiatan ini untuk mensinergikan para perempuan di Kabupaten Kendal memviralkan perdamaian untuk menanggulangi paham radikalisme yang dapat menjadi terorisme yang merupakan kejahatan kemanusiaan.



Menurut Prof. Syamsul, salah satu cara melemahkan gerakan terorisme adalah menyinari kebaikan-kebaikan dan kelembutan terhadap kelompok-kelompok mereka yang terpapar radikalisme, sebagai bagian strategi soft approach. "Dengan menggandeng para kaum perempuan di Kabupaten Kendal, diharapkan dapat mencegah paham radikal, dan dengan adanya perdamaian ini, hidup akan menjadi lebih indah, karena perempuan memiliki role model mencintai perdamaian," ujarnya.



Ketua FKPT ini juga mengajak semunya untuk menjadikan momen Kemerdekaan Republik Indonesia ini menjadi sprit bersama untuk menggelorakan perdamaian untuk seluruh alam, dan Indonesia dapat terhindar dari disintegrasi dan pikiran radikalisme yang berujung pada terorisme.



Dalam sambutannya Kasubdit Kerjasama Asia Pasific dan Afrika,Kolonel Harianto, S.Pd., M.Pd., mewakili Direktur Pencegahan BNPT RI, Brigjen Pol. R. Akhmad Nurwakhid mengatakan, bahwa merujuk pada hasil survei yang dilakukan oleh BNPT tahun 2020 menyatakan faktor yang paling efektif dalam mereduksi potensi radikalisme secara berturut-turut adalah diseminasi sosial media, internalisasi kearifan lokal, perilaku kontra radikal dan pola pendidikan keluarga pada anak.



Ia juga mengatakan, perempuan memiliki posisi sangat vital dalam keluarga bahkan dalam masyarakat secara lebih luas. Perempuan memiliki peran strategis dalam membentengi keluarga dan masyarakat dari segala bentuk penyebaran dan ajakan kelompok radikal terorisme. 


Menurut Kolonel Harianto, tugas mendidik anak dalam lingkungan keluarga merupakan tugas resiprokal orang tua, tapi posisi perempuan, yakni sebagai ibu secara emosional lebih memiliki kedekatan terhadap anak. Karena itulah, kunci penanaman karakter dan jati diri anak banyak bertumpu pada peran perempuan.



"Perempuan dalam peran seperti ini sebenarnya menjadi salah satu benteng dari pengaruh paham dan ideologi radikal yang saat ini juga mulai menyasar pada anak usia dini. Maka diperlukan upaya penanaman nilai kebangsaan, wawasan keagamaan dan kearifan lokal dalam keluarga menjadi sangat efektif sebagai filter dalam menangkal penyebaran radikalisme terorisme," ujarnya.



Kolonel Harianto mengingatkan, agar perempuan harus selalu mawas diri agar tidak terperangkap masuk ke dalam jaringan pelaku ataupun menjadi korban atas aksi terorisme. Pihaknya juga mengatakan, dalam hal penanggulangan terorisme tidak bisa dilaksanakan hanya oleh aparatur keamanan semata, namun ini menjadi tugas kita bersama. Pada momen peringatan hari kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus, maka mari kita tingkatkan kembali rasa cinta dan semangat perjuangan para pahlawan melalui kegiatan Perempuan Teladan, Optimis dan Produktif Viralkan Perdamaian dalam Pencegahan Radikalisme melalui FKPT Jawa Tengah.



"Kami mendorong simpul-simpul organisasi perempuan yang hadir pada kegiatan ini untuk mampu menjadi agen perdamaian, mengorganisir massa dan menumbuhkan kesadaran untuk bersama-sama melawan segala bentuk paham dan propaganda kelompok radikal terorisme setidaknya untuk lingkungan keluarga dan organisasinya masing-masing," terang Kolonel Harianto. 


Semenatara Bupati Kendal, H. Dico Mahtado Ganinduto dalam acara tersebut berharap, dapat terus bersinergi dengan FKPT dan BNPT, karena Kabupaten Kendal konsentrasi dengan pencegahan paham radikalisme. "Kami siap bersinergi dengan Program-program BNPT dan FKPT Jawa Tengah, agar bersama-sama memberantas radikalisme yang dapat menjadikan terorisme," tutur Bupati Dico. 



Bupati Dico juga mengungkapkan, bahwa situasi dan kondisi Kabupaten Kendal kondusif, namun tetap selalu waspada terhadap paham radikal, mengingat masuknya menyasar di lingkungan yang SDM masyarakatnya rendah. "Kunci utama adalah peningkatan SDM, karena radikalisme ini masuk ke wilayah yang SDM masyarakatnya rendah, maka upaya kita Pemerintah Kabupaten Kendal untuk meningkatkan SDM, seperti halnya melakukan kegiatan kegiatan yang positif, yaitu mengikuti pengajian yang jelas, olahraga dan kegiatan positif lainnya. Mari kita tingkatkan SDM mulai dari diri kita dan kepada keluarga masing-masing, agar kita dan keluarga dapat terhindar dari paham radikalisme," tutup Bupati Dico sekaligus membuka acara tersebut. (HG44/hi)


Temanggung, Harianguru.com - PAUD Elpist INISNU Temanggung saat ini dalam usia lima tahun sudah menjadi lembaga pendidikan PAUD unggulan. Hal ini bisa dilihat dari hasil akreditasi yang memperoleh nilai A. Selain itu animo masyarakat untuk mempercayakan pendidikan putra putrinya sangat tinggi, bahkan pada awal Mei 2022 ini kuota sebanyak enampuluh anak sudah terpenuhi. 


Di lembaga pendidikan yang menjadi laboratorium prodi PIAUD INISNU ini juga menyelenggarakan pelayanan Full day bagi anak anak.


Demikian disampaikan Ustadzah Yesi, Kepala PAUD INISNU Temanggung di hadapan para calon wali murid dan siswa di Aula KBIHU Babusslam NU Sabtu 11 Juni 2022.


Disampaikan juga bahwa para ustadzah berjumlah dua puluh orang yang menjadi guru pamong mulai dari tingkat KB sampai TK dipilih dari alumni dan mahasiswa Prodi PIAUD Fakultas Tarbiyah dan Keguruan INISNU melalui seleksi ketat.


"Kami sangat mengutamakan pelayanan dan kepuasan para anak anak dan orang tua yang mempercayakan pendidikan kepada lembaga pendidikan kami, sehingga para guru kami pilih yang profesional" ungkanya.


Sementara itu Ketua YAPTINU Temanggung Nur Makhsun dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa PAUD ELPIST yang berada di bawah naungan Yayasan yang dipimpinnya dilengkapi dengan berbagai fasilitas ada tempat manasik haji, bus sekolah, tempat bermain dan fasilitas ruang kelas yang sangat resprentatif. 


Selain itu pihaknya juga memfasilitasi kepada pengelola PAUD untuk lebih banyak memberikan pengalaman kepada anak asuhnya untuk mengembangkan minat dan bakatnya.


Dalam kesempatan itu juga disampaikan tetang sistem pendidikan di PAUD ELPIST serta pembiayaan pendidikan yang disampaikan oleh Bendahara Yayasan Ipnu Haryono. Saat ini jumlah keseluruhan anak yang ada di PAUD ELPIST INISNU ada seratus duapuluh lima anak. (HG44)


Semarang, Harianguru.com - Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Unwahas baru-baru ini menggelar webinar nasional bertajuk “Pemberdayaan ekonomi pesantren melalui pengembangan bisnis usaha mandiri”. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 11 Juni 2022. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari tanggungjawab mahasiswa sebagai bagian dari agent social of changes atau agen perubahan. 

Disamping itu, webinar ini juga bertujuan untuk menggerakkan kemandirian pondok pesantren. Hadir sebagai pembicara, Wakil gubernur jawa tengah Gus H. Taj Yasin Maimoen atau lebih dikenal dengan Gus Yasin sekaligus selaku panglima santri gayeng nusantara (SGN) hadir juga Ibu Mega Nazaretha dari Bank Indonesia, Bapak Dr. Nur Abadi, SAg.,MSi Kabid PD Pontren Kanwil Kemenag Jawa Tengah, juga Bapak Dr. Hasan, SE., MSc selaku dekan fakultas ekonomi. 

Bu Mega dalam pemaparannya menyampaikan bahwa Bank Indonesia saat ini sedang melakukan upaya terstruktur dan sistematis untuk menggerakkan usaha yang dilakukan oleh pondok pesantren.

“Bank Indonesia saat ini tengah gencar melakukan action untuk menggerakkan kemandirian ekonomi pondok pesantren. Dibuktikan dengan upaya pendampingan serta supporting  ke berbagai pondok pesantren di tanah air.”

Kemenag dalam hal ini yang disampaikan oleh kabid PD Pontren Kanwil Kemenag Jateng mengklasifikasikan pondok pesantren dalam empat kategori. Masing-masing kategori akan diberikan afirmasi dan fasilitas oleh kemenag sehingga nantinya dinilai usaha mereka mampu menopang pondok pesantren. Sedangkan Dr Hasan menyampaikan pentingnya SDM yang unggul dalam pesantren. 

“Pesantren sejatinya sudah memiliki modal yang kuat untuk mewujudkan kemandirian dalam perekonomiannya. Hal ini bisa dilihat dari kelebihan yang dimiliki santri dibanding dengan non santri. Namun santri tentunya masih membutuhkan supporting system dalam mengelola potensi yang dimilikinya” Ujar Dekan fakultas ekonomi ini.

Di tempat terpisah, Gus Yasin mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh HMJ Ekonomi Islam Unwahas dalam kegiatan ini.  Perlu diketahui bahwa Prodi Ekonomi Islam Unwahas telah mendapatkan nilai akreditasi Baik sekali dari BAN PT. Prodi Ekis Unwahas mengajak Anak-anak muda NU untuk kuliah di ekonomi Islam Unwahas yang ber tagline kampus Aswaja Mendunia. (HG33).


Yogyakarta, Harianguru.com - Kegiatan pengabdian dilaksanakan selama kurang lebih 2 bulan mulai bulan Desember 2021 hingga Januari 2022. Kegiatan meliputi koordinasi awal dengan pihak-pihak terkait, analisis sasaran pengabdian, sosialisasi Kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Tahap pra-pelaksanaan dilakukan untuk mengetahui kondisi dan potensi serta permasalahan yang dimiliki warga di RT 12 RW 20 Jomblangan Banguntapan Bantul. 

Tahap ini dilaksanakan melalui wawancara dengan ibu- ibu di Dusun Jomblangan RT 12 Banguntapan Bantul Yogyakarta. Kegiatan wawancara dilakukan pada tanggal 2 Desember 2021. Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa: a) Kegiatan pembelajaran anak-anak di masa pandemi masih belajar dari rumah, sehingga siswa kadang bosan dan kurang bersemangat; b) Kegiatan anak-anak di rumah kurang mengakomodasi keterampilan motorik halus, hanya bermain gadget; c) Perlu adanya kegiatan yang mengaktifkan gerak mereka agar mereka lebih semangat di masa pandemi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan; d). Perlu kegiatan edukatif untuk membantu memahami materi pelajaran yang sulit; e). perlu kegiatan untuk mengembangkan kemandirian dan kreativitas anak. Berdasarkan hal tersebut, maka tim pengabdi memfokuskan sasaran kegiatan pada anak-anak di wilayah tersebut khususnya pada anak usia TK hingga SD. Tim pengabdi kemudian merencanakan untuk melakukan analisis lebih lanjut terkait karakteristik anak-anak di RT 12 Dusun Jomblangan untuk merumuskan solusi yang tepat sesuai kebutuhan objek sasaran. 

Tahap analisis terdiri dari dua kegiatan yaitu analisis karakteristik anak- anak di lingkungan RT 12 Jombangan dan identifikasi kebutuhan media dan permainan yang akan digunakan untuk kegiatan Math Montessori. Tahap analisis karakteristik anak-anak di lokasi mitra dilaksanakan pada tanggal 20- 21 Desember 2021. Pada tahap ini tim pengabdi melakukan observasi karakteristik anak di RT 12 RW 20 Jomblangan Banguntapan Bantul. Setelah itu dilaksanakan koordinasi dengan tim pengabdi terkait kebutuhan media untuk pelaksanaan kegiatan. 

Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa kegiatan Math Montessori perlu diarahkan untuk membantu memahami konsep dasar matematika mereka khususnya operasi hitung baik penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Konsep matematika lainnya yang direncanakan adalah konsep geometri bangun datar baik definisi, ragam bentuk bangun datar, dan sifat-sifatnya. 

Konsep geometri lainnya juga dibuat untuk melatih konsentrasi anak dalam mencermati pola geometri.  Berbagai permainan yang dirancang oleh tim pengabdi melibatkan aspek motorik dan kreativitas anak. Penggunaan media konkrit yang dapat dilihat dan disentuh anak menjadi pertimbangan utama. Kegiatan belajar dikombinasikan dengan permainan juga menjadi bagian dalam kegiatan ini. 

Bentuk kegiatan yang dilakukan antara lain : menyusun manik-manik membentuk pola geometri atau bangun datar, mengenal konsep operasi hitung penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian dengan menggunakan papan operasi hitung, menyusun blok warna berbentuk bangun ruang, menyusun stik es krim dengan pola geometri sesuai kartu soal, menyusun gelas dengan titik berpola sesuai kartu soal, menyusun kosakata dari huruf yang diberikan, membuat bentuk geometri dengan kertas lipat. 

Pada tahap sosialisasi ini, tim pengabdi ikut serta dalam kegiatan pertemuan rutin di RT Jomblangan untuk memberitahukan akan adanya kegiatan pengabdian yang melibatkan anak-anak di lokasi mitra. Tim pengabdi mengenalkan konsep Montessori sebagai bagian dari pembelajaran anak yang menyenangkan. Pada tahap evaluasi ini dilakukan diskusi terhadap kegiatan yang telah dilakukan serta direncanakan tindak lanjut selanjutnya. Kegiatan pengabdian masyarakat dapat dilaksanakan dengan baik tanpa kendala yang berarti.Berdasarkan hasil dari lembar respon peserta terhadap kegiatan pengabdian, 100% atau semua peserta yang hadir menyatakan suka dengan kegiatan yang telah dilaksanakan. Anak dapat belajar konsep matematika sambil bermain melalui montessori sekaligus dapat melatih kemandirian dan kreativitas anak-anak di RT 12 RW 20 Jomblangan Banguntapan Bantul. (Red-Hg44/Nelly Rhosyida, Trisniawati, Mahmudah Titi Muanifah, Flora Grace Putrianti Hadi Jaelani)

Harianguru.com

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget