Halloween Costume ideas 2015

Kabar bahagia! bagi Anda, mahasiswa, guru, dosen dan siapapun yang ingin menerbitkan buku mudah dan murah, silakan kirim naskah ke formacipress@gmail.com dan kunjungi www.penerbitformaci.id

Membangun Jembatan Transisi dari PAUD ke SD


Oleh Puteri Anggita Dewi

Mahasiswi PIAUD INISNU Temanggung

Kurikulum yang diberikan pada lembaga PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) mulai dari Kelompok Bermain, maupun Taman Kanak-Kanan tentu berbeda bila dibandingkan dengan tingkat SD (Sekolah Dasar). Jika pada pendidikan tingkat PAUD peserta didik memiliki lebih banyak waktu untuk bermain, namun tidak dengan SD, di mana siswa mulai dilatih untuk serius dalam belajar dan dikenalkan dengan materi-materi yang lebih bersifat akademis. pendidikan pada lembaga PAUD pada umumnya lebih mengedepankan pembelajaran yang mengarahkan pada proses perkembangan anak, lewat aktivitas permainan terintegrasi yang mengasyikkan. Materi di PAUD mencakup konsep sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang mendukung 5 aspek perkembangan anak yaitu perkembangan kognitif, perkembangan nilai agama dan moral, perkembangan sosial emosional, perkembangan fisik-motorik anak dan perkembangan bahasa anak, sedangkan di SD berfokus pada bidang pelajaran yang kompleks.

Oleh karena itu, sebelum memasuki jenjang pendidikan SD perlu adanya suatu upaya untuk mendukung keberhasilan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Hal ini dapat ditempuh dengan persiapan yang matang, agar pada saat memasuki SD siswa sudah siap mengikuti materi yang diberikan. Jadi konsentrasi guru di SD tidak lagi mengenalkan peserta didik pada dunia sekolah, seperti pada dunia PAUD melalui bermain. Akan tetapi guru fokus mengenalkan siswa pada materi-materi. Untuk menunjang tercapainya hal tersebut, tentunya tidak hanyu berfokus pada siswa saja, tapi juga wali murid dan guru maupun lembaga sekolah, semuanya harus berperan aktif dan dibenahi untuk mendukung kesiapan menghadapi masa transisi dari PAUD menuju SD.

Anak dianggap siap ketika bisa menyesuaikan diri ataupun sanggup menghadapi masa transisi dengan baik dalam proses kegiatan belajar mengajar yang lebih terstruktur ketika berada di lingkungan baru berupa Sekolah Dasar. Orang tua juga harus siap mendampingi, mempelajari, dan mendukung tahapan perkembangan sang anak karena orang tua lebih banyak berada di sisi anak. Sedangkan satuan pendidikan PAUD memiliki tugas mempersiapkan anak  siap bersekolah di jenjang SD. Sekolah dan orang tua perlu berjalan berdampingan dalam mendidik anak dengan komunikasi dan kerja sama yang selaras.

Orang tua harus berperan dalam mempersiapkan anaknya. Mereka dituntut memberi rangsangan ketika memiliki kesempatan berkumpul dalam keluarga. Waktu kebersaman seharusnya dimanfaatkan orang tua untuk menstimulus tumbuh kembang sang buah hati dengan memberikan dukungan, dorangan, serta pengawasan terhadap anak. Selain itu, keluaraga atau orang tua diharapkan bisa menjadi sosok guru bagi anak, menjadikan lingkungan rumah sebagai tempat bermain dan belajar yang nyaman, menciptakan kegiatan bersama yang positif untuk keberhasilan anak.

Dalam mencapai keberhasilan tersebut, anak sangat memerlukan sarana untuk menunjukkan berbagai kemampuan yang ia miliki. Oleh sebab itu, dibutuhkan lingkungan yang nyaman serta bisa menerima dirinya apa adanya. Stimulus itu bisa diciptakan, misalnya meminta anak melakukan aktivitas bantu diri dari hal terkecil sampai terbiasa setiap harinya. Orang tua harus memberikan ruang supaya anak bisa berkembang dalam keadaan yang nyaman dan penuh kehangatan seperti berkomunikasi baik dan sering dengan anak, peka terhadap kebutuhan anak, selalu mendukung aktivitas posistif anak, mendorong anak untuk memiliki rasa ingin tahu, mengajak anak bermain untuk menghasilkan suatu karya, mengajak anak menyanyikan lagu-lagu yang berirama, dan lain sebagainya.

Sedangkan lingkungan sekolah berkonsentrasi mempersiapkan anak dengan menciptakan suasana pembelajaran yang berkualitas dan terarah. Selain menyusun materi-materi sesuai kurikulum, pihak sekolah juga dituntut memiliki guru yang berkualitas, sehingga bisa memahami akan kebutuhan serta mengarahkan peserta didik. Hal yang tidak kalah penting, guru juga harus mampu menjalin komunikasi baik dengan wali murid, untk mengetahui sejauh mana perkembangan anak ketika di rumah, agar pendidikan di rumah dan di sekolah dapat di sinkronkan, sehingga  ketika di sekolah guru bisa menyesuaikan dengan kebiasaan anak di rumah.

Label:

Posting Komentar

Harianguru.com

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget